Dari Kawasan Cabai hingga Jutaan Bibit Kakao, BRMP Sultra Pacu Modernisasi Pertanian di Konawe
KONAWE – Tim Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara bergerak cepat mengawal ketahanan pangan dengan menggelar koordinasi dan monitoring program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Konawe. Langkah awal dimulai di Kecamatan Wonggeduku, di mana Kelompok Tani Karya Mulya di Desa Duriaasi tengah bersiap menyulap lahan seluas 2,5 hektare menjadi kawasan aneka cabai yang produktif. Kelompok ini telah menerima suntikan stimulus berupa sarana pengendalian OPT, mulsa plastik, benih cabai, hingga ratusan kilogram pupuk berkualitas untuk segera memulai tahap penyemaian dan pengolahan tanah. Tidak jauh dari sana, tim juga memantau sentra perbenihan kakao di Desa Waturai yang memiliki potensi besar dengan ketersediaan lebih dari 200 ribu bibit unggul serta dukungan 20 tenaga okulator terampil.
Perjalanan monitoring kemudian bergeser ke Desa Rawua, Kecamatan Uepai, yang menjadi "megaproyek" perbenihan dengan capaian fantastis berupa 1,23 milian bibit kakao (1.233.346 batang) yang tersebar rapi di berbagai bedengan. Meski kondisinya cukup baik, BRMP Sultra memberikan catatan penting terkait percepatan pengadaan 47 tenaga okulator serta penentuan sumber entres demi mengoptimalkan potensi tersebut. Menutup rangkaian agenda, tim juga meninjau langsung program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 di Kecamatan Uepai dan Unaaha. Melalui pengawalan ketat ini, BRMP Sultra berkomitmen penuh memastikan seluruh program tepat sasaran, menyelesaikan kendala lapangan secara real-time, dan memacu roda pembangunan pertanian di Sulawesi Tenggara.